Cak Karmo

Bus Kuning Mojokerto, Angkutan Umum Tertua yang Masih Bertahan

Senin, 4 November 2024 | 16:53 WIB
Bus Kuning di Mojokerto, Angkutan umum tertua yang masih bertahan. (Foto: Kabarmojokerto.id)

Kabar Mojokerto - Bus Kuning di Mojokerto, Angkutan umum tertua yang masih bertahan.

Turun ke jalan sejak tahun 1995, bus kuning di Mojokerto menjadi salah satu angkutan umum tertua. Dulu menjadi andalan, kini sepi penumpang karena dianggap tidak layak.

Pantauan tim Kabar Mojokerto di Terminal Kertajaya, Lingkungan Meri, Magersari, Mojokerto (03/11/2024) terlihat beberapa penumpang masih ingin bersandar di bus kuning ini. Meski menunggu lama, rata-rata penumpang dari pekerja pabrik ini sabar menunggu bus kuning memulai perjalanan.

Baca Juga: Taman Wisata dan Edukasi TPA Randegan-Mojokerto Sepi Pengunjung, Kalah Saing dengan Taman Kota

Nafas tua tidak menjadi penghalang bus kuning untuk tetap eksis di jalanan. Laju pelan dan kondisi bodi bus yang keropos menambah sensasi tersendiri bagi penumpang. Meski demikian, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi penumpang untuk membatalkan niat menaiki bus tua tersebut.

Salah satu pengelola bus kuning, Ardi Grayadi, mengatakan bus trayek Mojokerto-Pasuruan ini berjaya pada era 1995-2017. Namun, masa kejayaan bus tersebut mulai memudar pada tahun 2018 karena kondisinya yang tidak terawat.

Ia menyebutkan bahwa pemerintah pernah meminta untuk dilakukan peremajaan bus. Namun, hal itu belum dapat dilaksanakan karena terkendala biaya.

"Kita sadar diri karena armada kita sudah tua. Kita juga disuruh pemerintah untuk peremajaan, dan kita siap. Tapi ya bertahap karena terkendala biaya," terang Ardi.

Di sisi lain, pada tahun 2020, ketika pandemi COVID-19 memasuki Mojokerto, beberapa armada berhenti beroperasi dan penumpang menurun secara signifikan. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang dikeluarkan pemerintah saat itu turut berkontribusi.

Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Mojokerto Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

"Jadi, saat COVID-19 itu sangat-sangat berkurang, karena banyak penumpang yang enggan keluar rumah karena takut terjangkit virus," ungkap pria asal Prajurit Kulon, Mojokerto, itu kepada tim Kabar Mojokerto di Terminal Kertajaya, Sabtu (02/11/2024).

Meski demikian, menurut Ardi, bus kuning tetap bertahan hingga saat ini karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Tidak dipungkiri, bus kuning adalah satu-satunya angkutan umum jurusan Mojokerto-Pasuruan.

"Kalau soal kelayakan, memang bus kuning ini sekarang terbilang sudah tidak layak. Tapi meskipun tidak layak, kita masih dibutuhkan masyarakat, khususnya pekerja pabrik," ujarnya.

"Selain itu, masih banyak sopir yang berminat di bus kuning. Mencari kerja sekarang sudah sulit, mereka juga sudah berumur," sambungnya.

Baca Juga: Fenomena Tingginya Pengendara Melawan Arus di Jalan Nasional Mojokerto

Menurut Ardi, semula ada 13 unit bus kuning yang beroperasi pada tahun 1995. Lambat laun, jumlahnya bertambah menjadi 83 unit. Ketika masa jayanya, Ardi mengatakan, penghasilan setiap sopir bus kuning mencapai Rp 500-600 ribu.

Seiring berjalannya waktu dan persaingan moda transportasi, saat ini tersisa 15 unit bus kuning. Penghasilan mereka pun menurun menjadi sekitar Rp 400-450 ribu.

"Hasilnya sekarang tentu tidak cukup. Makanya sekarang bus kuning berjalan tanpa kernet. Bukan berarti membahayakan, bus kuning kan sekarang jarang ada, tidak mungkin kita balapan. Jadi, bagi saya, tidak memakai kernet itu sudah aman," tandasnya.

Tags

Terkini

Jadwal Buka Puasa Mojokerto 20 Februari 2026

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:34 WIB

Kota Mojokerto Jadi Daerah Terpadat Ketiga di Jatim

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:35 WIB